MAHASISWA KKN UMAHA BERIKAN MESIN PENGUPAS KOPI PADA PETANI, BEGINI PROSESNYA

Mahasiswa Universitas Ma’arif Hasyim Latief (Umaha) dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) luncurkan program kerja Utama yang dilaksanakan berikutnya adalah penerapan Teknologi tepat Guna Alat pengupas Kopi basah untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani, Jombang (29/08/2022). Alat yang diharapkan dapat menjadi solusi petani kopi yang berada di Wonosalam Jombang tersebut untuk dapat meningkatkan produktifitas secara efektif dan efisien.

Alat ini diperuntukkan bagi kelompok tani yang ada di Desa Panglungan, setelah sebelumnya dilakukan survey oleh Viandra, Estifaza, Fidiya M, Suci, Febby M, Febi Dwi, Feni, Frida W dan beberapa mahasiswa KKN-T tentang kebutuhan para petani kopi di daerah tersebut maka disimpulkan para petani membutuhkan alat untuk menunjang produksi kopi.

“Perakitan alat dilakukan dalam jangka waktu yang cukup singkat yaitu 1 minggu. Alat ini menggunakan Bahan Bakar Bensin dengan
Material Besi Mild Steel & Cat serta rangka Besi Siku,” kata Eko Prasetyo selaku Penanggung jawab Program tersebut.

Lanjut Eko mengatakan, seusai pengumpulan bahan untuk perakitan alat tersebut, dirinya dan tim membawa alat tersebut ke balai Desa Panglungan untuk dilakukan trial dan sekaligus acara penyerahan disana. Acara penyerahan alat pengupas kopi basah ini dihadiri seluruh peserta Kelompok 4 KKN-T Umaha, Kelompok tani, Kepala Dusun, Ketua RT dan pihak-pihak yang berkaitan dengan program ini.
Diketahui, para peserta mensosialisasikan alat tersebut kepada petani kopi dan warga dan tokoh masyarakat dan kemudian diberikan contoh cara menggunakan alat antara lain simulasi untuk menyalakan mesin tersebut.

Dengan cara menarik start van belt kemudian memasukan kopi basah kedalam corong yang nantinya kulit dari kopi bisa mengupas dalam jumlah yang lumayan banyak sehingga dapat menghemat waktu untuk proses pengupasan kopi basah. Mesin ini juga dilengkapi roda yang memungkinkan penggunaan di tempat yang berpindah-pindah.
Menurut Bapak Sugiat selalu Kepala Desa Panglungan mengungkapkan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat panglungan utamanya kelompok tani yang belum memiliki alat pengupas kopi. “Saya mewakili masyarakat Panglungan mengucapkan banyak terima kasih kepada peserta KKN Kelompok 4 Desa Panglungan. Banyak hal positif yang sudah disumbangsihkan kepada kami,” ucapnya.

Sementara itu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Kelompok 4 KKN-T Umaha, Nikma Yucha menyampaikan, kegiatan sosialisasi dan penyerahan alat pengupas kopi basah ini menjadi salah satu program kerja utama dari kelompok 4 yang bertujuan untuk membantu warga desa Panglungan dalam mengupas kopi yang masih basah mengingat cuaca di daerah ini sering mendung dan hujan sehingga bisa dijadikan salah satu solusi bagi kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas hasil dari kebun mereka.
“Dengan adanya inovasi alat tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik untuk mendukung hasil panen para petani kopi khususnya di Desa Panlungan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan serta memberi kemudahan dalam mengupas kopi tanpa harus dijemur terlebih dahulu,” tutupnya. (Sumber: kiprah.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *