IBU DAN WEBSITE ESTABLISH

IBU DAN WEBSITE ESTABLISH

Oleh: Gempur Santoso

(Dosen UMAHA Sidoarjo)

 

Saya sudah siap betul, hari minggu akan ikut webinar bersama sama. Judul “sosialisasi website Umaha ke 2”. Itu lanjutan webinar minggu lalu.

Minggu pagi hari sekitar pakul 09.00 WIB sudah siap. Meja, kursi, kipas pendingin. Sudah ditata dan tertata. Tak lupa handpone dan laptop juga sudah di atas meja. Tinggal nunggu pukul 10.00 WIB, webinar dimulai.

Sambil menunggu. Tiba tiba kakak saya Kediri menghubungi. Bahwa sedang dalam OTW (on the way) ke situ. Katanya.

Tidak sendirian, tetapi datang bersama orang tua, ibu saya. Ya…ortu tinggal Ibu (saya memanggil ibuk). Ayah (saya memanggilnya bapak) sudah wafat.

Padahal awal bulan lalu saya baru silaturohim ke ibu. Katanya “kok mimpi ketemu anak” yakni saya. Langaung ke Sidoarjo, lewat jalan tol. Menjadi cepat. Diantar adik saya.

Saya minta maaf pada Rektor Umaha. Rektor kampus saya. Mohon maaf sebesar besarnya. Juga mohon maaf pada peserta webinar lainnya. Saya tidak bisa mengkuti webinar. Saya salah satu peserta. Ijin.

Menurut keyakinan saya dan budaya bahwa “orang tua adalah pepunden, bagai Tuhan yang tampak”. Maka, saya mendahulukan ibuk saya, ngrehapinya (menyambutnya).

Pukul sekitar 09.45 WIB. Ortu dan saudara saya datang hadir di rumah. Tentu seperti rumah sendiri. Ngobrol. Bahasan utama kesehatan dan rencara cucunya akan lamaran.

Ngobrol sekeluarga dan keluarga besar ibuk saya. Sampai siang. Sampai adzan dhuhur.

Baru sempat akan lihat/ikut webinar. Siang. Saya anggap pasti sudah ketinggalan. Padahal webinar tentag website itu penting.

Mengapa weninar website penting? Sebab pada zaman yang mengarah digitalisasasi. Hampur semua menggunkan website. Digital. Pakai aplikasi. Sistem otomatis.

Tampak website kampus harus establish (mapan). Tak goyah. Tahan/tangguh.

Walau gangguan orang lain berupa virus “hacker”, itu ada dan mengganggu. Harus punya website yang mapan (tak goyah dan tangguh). Tak mempan diganggu.

Tata kelola kampus, publikasi informasi dan karya karya kampus, komunikasi dengan dikti, dan lain lain. Semua sudah digitalisasi. Maka, website kampus, mau tidak mau, harus sudah establish.

Apa risiko, jika website kampus tidak tidak establish? Tentu akan kesulitan, keterlambatan. Bisa disebut tidak maju. Apalagi jika sumber utama, bisa berdaya ditentukan konsumen atau bisa disebut stakeholder. Kemudahan dan kenyamanan mereka menjadi penting ketika proses mencari ilmu dan administrasinya.

Semoga UMAHA sudah modern terus berproses semakin modern.

Salam sehat untuk semua…aamiin yra.