Mengenal Lebih Dekat : Waluh Kuning/ Pumpkin/ Cucurbita moshata

Mengenal Lebih Dekat : Waluh Kuning/ Pumpkin/ Cucurbita moshata

Lilla Puji Lestari, S.Pd., M.Si (Google Scholar)

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UMAHA Sidoarjo

Email: lillapujilestari@dosen.umaha.ac.id

 

Salah satu tips konsumsi makanan bergizi dan menyehatkan saat ISOMAN

Covid 19 diketahui dapat menular secara langsung antar manusia ataupun secara tidak langsung dengan transfer droplet atau akibat kontak fisik dengan penderita ataupun terjadi Ketika menyentuh permukaan benda yang terpapar virus. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini selain dengan menerapkan protokol kesehatan juga dilakukan dengan peningkatan imunitas. Efek peningkatan imunitas dapat diperoleh dengan mengkonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral, mengkonsumsi suplemen kesehatan, ataupun mengkonsumsi bahan – bahan herbal.

Dalam islam kaitan dengan pengobatan dan kesehatan terdapat suatu istilah yang disebut dengan Thibbun Nabawi. Thibbun Nabawi adalah segala sesuatu yang disebutkan dalam Al -Quran dan Hadist yang shahih yang berkaitan dengan Kesehatan baik untuk pencegahan ataupun pengobatan penyakit. Salah satunya waluh kuning dalam Bahasa jawa, Pumpkin dalam Bahasa inggris dan nama ilmiahnya Cucurbita Moshata,telah dijelaskan dalam Al-Quran Surat As- Saffat ayat 146 “ Wa ambatna alaihi syajaratam miy yaqtin”

وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ

Yang artinya“ Lalu kami tumbuhkan di atasnya yang memayungnya. Itu adalah pohon labu sehingga dia pulih dan kuat “

Saat salah satu dari keluarga kami berdasar hasil swab PCR dinyatakan positip terpapar virus Covid 19 pada tanggal 24 Juli 2021. Setelah menjalani ISOMAN di rumah selama 14 hari akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid 19 dan gejalanya. Dengan mengkonsumsi labu kuning. Agar tidak bosan konsumsi labu kuning dapat diolah dengan berbagai cara seperti dibuat kolak, dikukus, sup, pudding, dibakar atau dipanggang.

“Mitos atau Fakta”. Dengan kabar yang banyak beredar bahwa waluh kuning atau labu kuning dapat menyembuhkan penderita Covid – 19.

Memang belum ada hasil penelitian yang menyebutkan bahwa labu kuning kukus atau rebus bisa menyembuhkan penderita Covid-19. Meski begitu, manfaat labu kuning itu tidak dikhususkan untuk pasien yang terinfeksi Covid-19.

Labu kuning kaya akan nutrisi seperti kalium, antioksidan, dan vitamin. Bagian labu (kulit, daging, dan biji) memiliki nilai gizi yang tinggi karena adanya total fenolat, flavonoid, karotenoid total, dan jumlah makro dan mikro yang cukup besar.

Kandungan nutrisi dalam satu cangkir labu kuning rebus tanpa garam dalam ukuran gram dan persen

Kandungan Ukuran dalam satuan gram dan persen
Protein 1,76 gram
Lemak 0,17 gram
Karbohidrat 12 gram
Serat 2,7 gram
Gula 5,1 gram
Vitamin A 100 persen
Vitamin C 20 persen
Vitamin E, riboflavin, kalium, tembaga, mangan 10 persen
Thiamin, Vitamin B6, Folat, asam pantotenat, niasin, besi, magnesium, fosfor 5 persen

 

Lantas apa saja manfaat labu kuning untuk kesehatan tubuh kita?

  1. Rendah Kalori dan Tinggi Serat.

Saat kita mengkonsumsi labu kuning, perut akan terasa kenyang. Hal ini karena labu memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Labu kuning dapat membantu meringankan sembelit. Selain itu, labu kuning dapat membantu menurunkan berat badan dikarenakan rendah kalori dan karbohidrat.

  1. Mempercantik Kulit

Buah labu kuning kaya akan berbagai vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang diperlukan tubuh agar tetap sehat dan kulit tampak awet muda. Kandungan beta-karoten dalam labu menghasilkan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas dan mencegah radiasi dari sinar UV.

  1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Mengonsumsi labu kuning adalah satu cara memperbaiki sistem kekebalan tubuh untuk menangkal berbagai macam penyakit. Kandungan vitamin A yang berlimpah bisa membantu tubuh melawan infeksi, virus, dan penyakit menular. Labu kuning juga mengandung hampir 20 persen dari jumlah vitamin C harian yang disarankan.

  1. Menyehatkan Mata

Kesehatan mata berasal dari kandungan vitamin A yang cukup tinggi pada labu kuning. Labu kuning juga kaya akan antioksidan jenis lutein dan zeaxanthin yang bisa membantu mencegah katarak dan bahkan memperlambat perkembangan degenerasi macula.

  1. Menurunkan Tekanan Darah

Salah satu mineral dalam labu kuning adalah kalium. Asupan kalium ke dalam tubuh juga mengurangi kemungkinan untuk terserang stroke, pembentukan batu ginjal, dan mempertahankan kepadatan tulang.

  1. Membantu Pertumbuhan Tulang

Labu kuning juga merupakan buah yang dibutuhkan oleh tulang. Itulah kenapa buah ini bisa menjadi sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang pada anak.

  1. Meningkatkan kualitas tidur

Kandungan asam amino jenis triptofan pada labu kuning mampu meningkatkan kualitas tidur. Selain kandungan zinc yang membantu otak menghasilkan hormone serotonin dan melatonin yang mengatur siklus tidur. Maka disarankan konsumsi labu kuning sebelum tidur.

  1. Memelihara Kesehatan Jantung

Kandungan folat, karotenoid, dan magnesium di dalam labu kuning sangat baik bagi kesehatan jantung. Dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya penyakit stroke dan serangan jantung. Selain itu, labu kuning juga dapat mencegah terjadinya aterosklerosis yaitu suatu keadaan di mana dinding pembuluh darah arteri mengeras akibat penumpukkan lemak pada dinding dalamnya.

  1. Mencegah Kanker

Kandungan vitamin A, vitamin C, beta-karoten yang tinggi pada labu mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi makanan yang kaya beta-karoten memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker, terutama kanker prostat dan kanker paru-paru.

Nah, kaget kan itulah tadi segudang manfaat dari Si Cantik Labu Kuningmaka mulailah memasukkan menu labu kuning ke dalam daftar menu kita.

 

Sumber:

https://www.kordanews.com/109449/ayo-mengenal-labu-kuning-dan-manfaatnya-untuk-kita/ (Diakses pada 8 Agustus 2021).

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5651343/viral-manfaat-labu-kuning-untuk-pasien-covid-19-ini-faktanya/amp (Diakses pada 8 Agustus 2021).

#salam sehat walafiat#

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *